Di sektor ketenagalistrikan, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo bersiap melakukan lompatan besar dalam pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).
Pemerintah secara berani mencanangkan target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dalam skala masif dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
"Produksi listrik dari tenaga surya akan kita percepat, kita sudah canangkan akan membangun 100 gigawatt dari tenaga surya dari dalam 3 tahun ini," tegas Presiden.
Sisi hulu penyediaan listrik hijau ini nantinya akan disinkronisasikan langsung dengan kebijakan di sisi hilir melalui percepatan ekosistem kendaraan bermotor berbasis baterai secara nasional.
"Kita padukan ini dengan konversi motor dan mobil, dari motor dan mobil BBM ke motor listrik, insyaAllah kita akan hilangkan ketergantungan kita kepada import BBM dan kita akan menghemat devisa kita yang sangat berharga," pungkas Prabowo.
Bauran kebijakan integratif antara energi hijau berbasis kelapa sawit, gasifikasi batubara, pemanfaatan limbah pangan, pembangunan mega proyek PLTS 100 GW, hingga transisi kendaraan listrik ini diyakini akan menjadi fondasi utama APBN 2027 dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang berdaulat, mandiri, dan bebas dari guncangan geopolitik energi global.
(Taufik Fajar)