Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Produksi Capai Rp134 Miliar per Tahun

Binti Mufarida, Jurnalis
Sabtu 23 Mei 2026 13:17 WIB
Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya udang dan meninjau kegiatan sortir hasil panen di lokasi tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen. (Foto: Okezone.com/Setpres)
Share :

KEBUMEN - Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya udang dan meninjau kegiatan sortir hasil panen di lokasi tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).

Di lokasi tambak dengan luas lahan mencapai 100 hektare tersebut, Prabowo meninjau langsung proses panen udang vannamei hingga kegiatan sortir hasil panen sebelum dipasarkan.

Kepala Negara juga meninjau kawasan yang dikembangkan menggunakan konsep best practice budi daya udang modern melalui sistem tata kelola terpadu yang mencakup saluran air masuk (intake), kolam tandon, pemisahan saluran inlet dan outlet, kolam produksi, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga fasilitas pendukung lainnya.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengatakan dirinya menyaksikan langsung panen raya udang ke-8 di kawasan tersebut. Kepala Negara menyebut Indonesia memiliki peluang besar menjadi produsen udang nomor satu di dunia dengan potensi yang dimiliki saat ini.

“Jadi sangat menjanjikan. Tadi saya diberi laporan, 1 hektare bisa menghasilkan 40 ton. Luar biasa, 40 ton ya, dan harganya sangat bagus, harganya Rp70 ribu per kilogram. Berarti per ton Rp70 juta,” ujar Kepala Negara.

BUBK Kebumen dinilai memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Dengan jumlah kolam sebanyak 206 petak, nilai produksi kawasan ini mencapai sekitar Rp67,2 miliar per siklus atau berpotensi menembus Rp134,4 miliar per tahun. Kehadiran kawasan budi daya modern tersebut juga mampu menyerap ratusan tenaga kerja.

Lebih lanjut, Kepala Negara menjelaskan pemerintah saat ini tengah melaksanakan proyek serupa dengan skala lebih besar di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, BUBK Kebumen diposisikan sebagai contoh transformasi budi daya tradisional menuju sistem modern berbasis teknologi dan tata kelola lingkungan yang lebih baik, sekaligus menjadi model pengembangan sektor perikanan nasional.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya