Bandara Kertajati Bakal Jadi Pusat Bengkel Hercules

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Sabtu 23 Mei 2026 10:01 WIB
Bandara Kertajati Bakal Jadi Pusat Bengkel Hercules (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kementerian Perhubungan akan menjadikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) atau bengkel untuk pesawat sipil maupun militer. 

Salah satu yang mengemuka adalah bengkel pesawat pesawat C-130/Hercules yang ditargetkan menjadi hub regional Asia.

Menurut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi lahan di Bandara Kertajati mencukupi untuk pembangunan bengkel pesawat C-130/Hercules.

"Lahan Kertajati masih cukup memadai kok (untuk fasilitas MRO Hercules)," kata Menhub ditemui seusai menghadiri rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis.

Menurut Dudy, pengembangan Kertajati sebagai pusat bengkel merupakan salah satu program yang telah mulai digagas pemerintah sejak tahun lalu. Pengembangan tersebut tidak hanya menyasar pesawat Hercules, tetapi juga berbagai jenis armada lainnya.

Dia menjelaskan salah satu rencana yang sudah berjalan adalah pembangunan fasilitas MRO helikopter oleh PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF). Saat ini perusahaan tersebut telah mulai melakukan perencanaan terkait proyek tersebut.

"Kalau enggak salah tahun kemarin sudah mulai digagas, di antaranya dari PT GMF akan membangun pusat MRO untuk helikopter,” ujarnya.

Menhub menegaskan bahwa optimalisasi BIJB Kertajati memerlukan upaya bersama untuk meningkatkan trafik maupun memantik rute penerbangan. 

"Ini termasuk bagaimana sinkronisasi kebijakan. Dengan kerja sama langsung berupa pertahanan udara seperti yang dikatakan bapak Presiden, saya kira usulan yang baik dalam rangka menggairahkan BIJB yang selama ini memang kita akui belum maksimal," ucap Menhub.

Senada dengan Menhub, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah koordinatif lintas kementerian/lembaga dalam percepatan optimalisasi BIJB Kertajati sebagaimana dibahas dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pengembangan BIJB Kertajati yang dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada tanggal 30 April 2026.

Dalam pembahasan tersebut, BIJB Kertajati sebagai salah satu infrastruktur strategis nasional memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan konektivitas transportasi udara, logistik nasional, industri aviasi, serta penguatan ekosistem ekonomi kawasan Jawa Barat dan Indonesia bagian barat. 

"Salah satu potensi besarnya, BIJB memiliki kapasitas dan potensi pengembangan yang sangat besar, baik sebagai hub penerbangan penumpang, pusat logistik dan kargo udara, MRO maupun sebagai bagian implementasi konsep Multi Airport System kawasan Jakarta dan Jawa Barat," kata Lukman.

Lukman menambahkan, bahwa optimalisasi BIJB Kertajati bukan hanya terkait pengembangan bandar udara semata, namun merupakan bagian dari upaya membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan daya saing nasional, serta memperkuat konektivitas Indonesia yang berdaulat dan berkelanjutan. 

Secara terpisah, analis penerbangan independen Gatot Rahardjo menyatakan selama ini BIJB Kertajati belum optimal digarap sebagai hub penerbangan dari satu kota menuju ke kota lainnya. Hal tersebut disebabkan karena letak BIJB yang dinilai berdekatan dengan bandara lain seperti Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Soekarno-Hatta.

 

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin meminta Pemerintah berhati-hati terkait persetujuan menjadikan Bandara Kertajati di Jawa Barat, sebagai fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) atau pusat perawatan pesawat C-130 Hercules. Hal tersebut merupakan usulan Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Menurut TB Hasanuddin, kerja sama tersebut tidak bisa dipandang sebagai sekadar proyek industri penerbangan biasa, melainkan memiliki dimensi strategis, pertahanan, hingga kedaulatan negara yang harus dikaji secara menyeluruh.

“Keputusan menerima tawaran Amerika Serikat menjadikan Indonesia sebagai MRO hubs pesawat C-130 dan menetapkan Bandara Kertajati sebagai lokasinya harus dijalankan dengan sangat hati-hati dan transparan,” kata TB Hasanuddin.

Kabar mengenai Bandara Kertajati yang akan dijadikan fasilitas MRO untuk pesawat Hercules milik AS disampaikan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat bersama Komisi I DPR pada Selasa 19 Mei 2026.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth memberi tawaran menarik kepada Pemerintah Indonesia terkait pemusatan program pemeliharaan (maintenance, repair, and overhaul/MRO) hingga perbaikan pesawat C-130 Hercules di seluruh Asia.

Nantinya, MRO atau pusat perawatan dan perbaikan seluruh pesawat angkut andalan Angkatan Udara AS (USAF) tersebut dipusatkan di Indonesia. Niatan Hegseth itu disampaikan kepada Menhan Sjafrie Sjamsoeddin saat keduanya bertemu di Pentagon, AS pada April 2026.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya