JAKARTA - Kementerian Perhubungan akan menjadikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) atau bengkel untuk pesawat sipil maupun militer.
Salah satu yang mengemuka adalah bengkel pesawat pesawat C-130/Hercules yang ditargetkan menjadi hub regional Asia.
Menurut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi lahan di Bandara Kertajati mencukupi untuk pembangunan bengkel pesawat C-130/Hercules.
"Lahan Kertajati masih cukup memadai kok (untuk fasilitas MRO Hercules)," kata Menhub ditemui seusai menghadiri rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis.
Menurut Dudy, pengembangan Kertajati sebagai pusat bengkel merupakan salah satu program yang telah mulai digagas pemerintah sejak tahun lalu. Pengembangan tersebut tidak hanya menyasar pesawat Hercules, tetapi juga berbagai jenis armada lainnya.
Dia menjelaskan salah satu rencana yang sudah berjalan adalah pembangunan fasilitas MRO helikopter oleh PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF). Saat ini perusahaan tersebut telah mulai melakukan perencanaan terkait proyek tersebut.
"Kalau enggak salah tahun kemarin sudah mulai digagas, di antaranya dari PT GMF akan membangun pusat MRO untuk helikopter,” ujarnya.
Menhub menegaskan bahwa optimalisasi BIJB Kertajati memerlukan upaya bersama untuk meningkatkan trafik maupun memantik rute penerbangan.
"Ini termasuk bagaimana sinkronisasi kebijakan. Dengan kerja sama langsung berupa pertahanan udara seperti yang dikatakan bapak Presiden, saya kira usulan yang baik dalam rangka menggairahkan BIJB yang selama ini memang kita akui belum maksimal," ucap Menhub.
Senada dengan Menhub, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah koordinatif lintas kementerian/lembaga dalam percepatan optimalisasi BIJB Kertajati sebagaimana dibahas dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pengembangan BIJB Kertajati yang dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada tanggal 30 April 2026.
Dalam pembahasan tersebut, BIJB Kertajati sebagai salah satu infrastruktur strategis nasional memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan konektivitas transportasi udara, logistik nasional, industri aviasi, serta penguatan ekosistem ekonomi kawasan Jawa Barat dan Indonesia bagian barat.
"Salah satu potensi besarnya, BIJB memiliki kapasitas dan potensi pengembangan yang sangat besar, baik sebagai hub penerbangan penumpang, pusat logistik dan kargo udara, MRO maupun sebagai bagian implementasi konsep Multi Airport System kawasan Jakarta dan Jawa Barat," kata Lukman.
Lukman menambahkan, bahwa optimalisasi BIJB Kertajati bukan hanya terkait pengembangan bandar udara semata, namun merupakan bagian dari upaya membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan daya saing nasional, serta memperkuat konektivitas Indonesia yang berdaulat dan berkelanjutan.
Secara terpisah, analis penerbangan independen Gatot Rahardjo menyatakan selama ini BIJB Kertajati belum optimal digarap sebagai hub penerbangan dari satu kota menuju ke kota lainnya. Hal tersebut disebabkan karena letak BIJB yang dinilai berdekatan dengan bandara lain seperti Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Soekarno-Hatta.