JAKARTA - Gangguan pada jaringan transmisi 275 kV di Muara Bungo, Jambi, yang memengaruhi sistem kelistrikan di sejumlah wilayah Sumatra, membuat pemulihan pasokan listrik harus dilakukan secara bertahap untuk menjaga stabilitas sistem. PLN menjelaskan bahwa gangguan kelistrikan yang terjadi pada Jumat (22/5/2025) dipicu gangguan pada jaringan transmisi di Muara Bungo, Jambi.
Menurut Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi, respons cepat manajemen dan petugas lapangan PLN menjadi faktor penting dalam mempercepat normalisasi pasokan listrik di Sumatra.
“Yang terpenting pascakejadian, manajemen dan tim lapangan langsung bergerak melakukan pemulihan infrastruktur kelistrikan sehingga masyarakat bisa kembali menikmati layanan listrik,” katanya, Senin (25/5/2026).
Ia menilai gangguan sistem kelistrikan berskala besar berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat dan layanan publik sehingga proses pemulihan perlu menjadi prioritas utama. Saat ini, pasokan listrik di wilayah terdampak juga sudah berangsur normal.
“Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah memastikan layanan listrik dapat kembali normal secara bertahap dan aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Tulus menegaskan peristiwa ini perlu menjadi momentum penguatan bersama untuk terus meningkatkan keandalan infrastruktur ketenagalistrikan nasional agar sistem semakin tangguh menghadapi potensi gangguan di masa mendatang.
“Hal paling penting sekarang adalah memastikan sistem kelistrikan semakin kuat dan andal sehingga kejadian serupa dapat diminimalkan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, PT PLN (Persero) menyelesaikan pemulihan sistem kelistrikan di Sumatra pascagangguan meluas pada jaringan transmisi interkoneksi Sumatra. Hingga Minggu (24/5/2026) pukul 06.00 WIB, PLN telah menormalkan 176 gardu induk yang sempat terdampak. Sejalan dengan proses penormalan tersebut, pasokan listrik kepada pelanggan kembali pulih secara bertahap.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat meninjau langsung kesiapan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tenayan, Pekanbaru, Riau, pada Minggu (24/5/2026), menyampaikan bahwa seluruh proses pemulihan dilakukan secara intensif sejak awal gangguan terjadi pada Jumat (22/5/2026). PLN melakukan upaya bersama pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan di daerah untuk penormalan secara bertahap pada sistem pembangkit, jaringan transmisi, gardu induk, hingga distribusi listrik ke masyarakat.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras tanpa henti seluruh personel di lapangan serta dukungan dari Kementerian ESDM dan berbagai pihak di daerah, sistem kelistrikan Sumatra kini telah kembali normal. Pelanggan yang sempat terdampak saat ini kembali mendapatkan pasokan listrik secara bertahap,” ujar Darmawan.
Ia menjelaskan, proses pemulihan dilakukan dengan mengedepankan aspek keamanan dan keandalan sistem. Setelah jaringan transmisi Sumatra berhasil terhubung kembali, PLN melanjutkan proses penyalaan pembangkit dan secara bertahap melakukan sinkronisasi dengan memasukkan daya listrik dari pembangkit ke sistem transmisi Sumatra sehingga seluruh pasokan dapat kembali pulih.
(Taufik Fajar)