Peningkatan tersebut juga terjadi pada angkutan barang berbasis rel. Total barang yang diangkut menggunakan kereta api naik 5,05 persen menjadi 6,18 juta ton.
Di sisi lain, penurunan kinerja logistik hanya terjadi pada kargo udara domestik yang tercatat turun 6,73 persen menjadi sekitar 50 ribu ton.
(Feby Novalius)