Setiyo menjelaskan pengelolaan sampah rumah tangga sangat penting. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), rumah tangga berkontribusi sekitar 46,3 persen terhadap produksi sampah nasional atau setara 34,1 juta ton per tahun. Namun, baru 31,3 persen atau sekitar 10,7 juta ton sampah yang berhasil dikelola.
Melalui kerja sama ini, lanjut Setiyo, masyarakat dapat berpartisipasi dalam pengelolaan sampah dengan menyetorkan sampah anorganik seperti plastik, kardus, aluminium, besi, dan kaca. Sampah tersebut kemudian dikonversi menjadi nilai ekonomi yang langsung masuk ke rekening BTN.
(Taufik Fajar)