Selain itu, Pertamina juga membangun fasilitas Bale Melajang sebagai pusat edukasi pertanian, mendorong penggunaan pupuk organik, serta memberikan pelatihan pengelolaan irigasi berbasis sistem Subak.
Program ini telah memberikan manfaat kepada sekitar 408 penerima manfaat, termasuk 24 petani perempuan. Dampak ekonomi yang dihasilkan antara lain penghematan biaya listrik hingga Rp44 juta per tahun serta peningkatan produktivitas padi dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektare. Sementara itu, lahan seluas 5 hektare dikembangkan menjadi area budidaya padi organik varietas Mentik Susu dengan omzet mencapai Rp476 juta per tahun.
Tidak hanya pertanian, program ini juga mengembangkan kawasan ekowisata dan eduwisata melalui pembangunan ruang terbuka hijau, jogging track, kafe rest area, dan camping ground yang mampu menarik sekitar 72 ribu wisatawan lokal maupun mancanegara. Setiap tahun pendapatan masyarakat mencapai Rp64 juta.
Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang menilai program TJSL di DEB Uma Palak Lestari merupakan contoh program pemberdayaan yang berhasil mengintegrasikan sektor pertanian, energi mandiri, dan pengembangan wisata berbasis masyarakat. Menurutnya, program tersebut telah memberikan dampak nyata untuk masyarakat.
“Di tahun 2023 para petani ini gagal panen, namun setelah dibantu Pertamina panen dan penghasilan mereka bisa naik hingga dua kali lipat,” ujar Nanik.
Ia juga berharap program tersebut dapat direplikasi di berbagai wilayah operasi Pertamina lainnya. “Semoga hal ini bisa diterapkan juga di berbagai area Pertamina lainnya, karena menjangkau petani, pengusaha kecil, pelaku usaha wisata dan lainnya,” katanya.