Sebelumnya, Menteri Bahlil menjelaskan kehadiran B50 diharapkan mampu menekan impor BBM, utamanya jenis solar. Ia menyebut kebijakan ini diambil sebagai langkah survival untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah konflik di Timur Tengah.
"Ini sudah menjadi kebijakan negara, ini survival mode. Supaya kita tidak tergantung pada global terhadap BBM kita, khususnya untuk solar," ujar Bahlil saat ditemui di kantornya, Jumat (10/4).
Bahlil menjelaskan, uji coba penggunaan B50 sebelumnya telah dilakukan pada alat berat, kereta api, kapal, hingga kendaraan bermotor. Ia menargetkan uji coba tersebut rampung paling lambat pada Juni 2026 sebelum diluncurkan pada Juli mendatang.
(Feby Novalius)