JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menstabilkan harga telur ayam ras yang belakangan turun hingga berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP).
Amran mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah berkoordinasi langsung dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan penyerapan telur di pasar.
"Ada beberapa langkah kita ambil kemarin. Yang pertama adalah BGN, kepala BGN langsung kami telepon," katanya dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan pada Rabu (17/6/2026).
Menurut Amran, respons BGN terhadap kondisi harga telur cukup positif. Kepala BGN, Naniek S. Deyang disebut mendukung peningkatan konsumsi telur dalam program pemerintah sebagai salah satu cara menyerap pasokan yang melimpah.
"Bu Naniek luar biasa, beliau katakan konsumsi telur satu biji ini akan menjadi tiga biji per minggu," sebut Amran.
Selain itu, pemerintah meminta seluruh perusahaan besar yang berperan sebagai off-taker untuk membeli telur sesuai standar harga yang telah ditetapkan pemerintah. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga harga di tingkat peternak dan mencegah tekanan lebih lanjut terhadap pasar.
"Jadi beberapa langkah kita ambil kemarin, kemudian juga kita minta kepada seluruh pembeli off-taker yang off-taker-nya membeli dengan standar yang ditentukan oleh pemerintah," ujarnya.
Di sisi lain, kata Amran, pemerintah juga memperkuat penyerapan produksi peternak serta memberikan dukungan terhadap biaya pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
"Yang ketiga adalah pakannya ada SPHP yang subsidi. Pakan ternak dari jagung, dari Bulog," lanjutnya.
Amran berharap berbagai langkah tersebut dapat membantu meningkatkan penyerapan produksi peternak sekaligus menjaga harga telur tetap berada pada level yang menguntungkan bagi pelaku usaha peternakan.
"Untuk sementara kita menghimbau seluruh yang perusahaan besar yang menjadi off-taker dibeli dengan standar pemerintah di bawah pengawasan Satgas Pangan," tutupnya.
(Taufik Fajar)