JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mendorong perubahan besar dalam cara perusahaan menjalankan bisnis. Di balik pesatnya adopsi AI, cloud computing, dan layanan digital, terdapat satu infrastruktur yang kini semakin strategis bagi perekonomian digital, yakni data center.
Jika sebelumnya data center hanya dipandang sebagai fasilitas penyimpanan data, kini perannya berkembang menjadi fondasi utama yang menopang operasional bisnis modern. Keandalan infrastruktur digital bahkan menjadi faktor yang menentukan daya saing perusahaan di tengah transformasi ekonomi berbasis teknologi.
Chief Operating Officer (COO) LG Sinar Mas, Ariawan, menilai meningkatnya penggunaan AI membuat kebutuhan komputasi perusahaan menjadi jauh lebih kompleks dibandingkan beberapa tahun lalu.
“Ketika AI semakin terintegrasi ke dalam proses bisnis, tantangannya bukan hanya soal menambah kapasitas server. Perusahaan perlu memastikan seluruh infrastruktur digitalnya benar-benar siap mendukung workload AI yang lebih berat, menjaga keamanan data, dan tetap andal untuk layanan bisnis yang berjalan 24/7. Di sinilah kebutuhan system integrator dan data center andal yang memahami konteks bisnis menjadi sangat krusial,” ujar Ariawan.
Menurutnya, transformasi digital yang berlangsung di berbagai sektor industri membuat data center memiliki dampak ekonomi yang semakin besar. Gangguan sistem digital tidak lagi hanya menjadi persoalan teknis, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap produktivitas perusahaan, transaksi pelanggan, hingga reputasi bisnis.
Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya perusahaan yang mengandalkan layanan digital secara real-time. Mulai dari sektor perbankan, e-commerce, manufaktur, hingga layanan kesehatan membutuhkan sistem yang dapat beroperasi tanpa henti untuk melayani jutaan pengguna setiap harinya.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang terus meningkat juga mendorong kebutuhan investasi pada infrastruktur pendukung. Data center menjadi salah satu sektor yang diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya kebutuhan pemrosesan data dan penggunaan AI di lingkungan enterprise.
Ariawan menjelaskan, perusahaan kini perlu melihat data center sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan sekadar aset teknologi informasi (TI). Sebab, kemampuan mengelola data secara aman dan efisien akan menjadi salah satu faktor utama dalam memenangkan persaingan di era digital.
Selain mendukung produktivitas, keberadaan data center yang andal juga berperan penting dalam menjaga keamanan data perusahaan. Hal ini menjadi semakin krusial ketika teknologi AI membutuhkan akses terhadap data dalam jumlah besar untuk menghasilkan analisis dan pengambilan keputusan yang lebih akurat.
Dengan semakin tingginya kebutuhan komputasi dan pengolahan data, investasi pada infrastruktur digital diperkirakan akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital nasional dalam beberapa tahun ke depan. Di tengah perubahan tersebut, data center tidak lagi sekadar menjadi ruang server, melainkan aset strategis yang menopang keberlangsungan bisnis dan mendorong lahirnya inovasi berbasis AI.
(Taufik Fajar)