JAKARTA – Industri otomotif menaruh harapan pada penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang akan digelar pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 di BSD, Tangerang. Pelaku usaha berharap ajang ini menjadi momentum penguatan pasar otomotif di tengah dinamika ekonomi global.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, GIIAS menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, jumlah pengunjung mencapai 475.084 orang, kemudian meningkat menjadi 485.569 orang pada 2025 atau naik 2,21 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan industri otomotif masih memiliki peluang tumbuh pada 2026, meskipun dihadapkan pada sejumlah tantangan ekonomi, termasuk tekanan nilai tukar rupiah.
“Kami tetap optimistis pasar otomotif masih bisa tumbuh. Hingga April, kinerja penjualan masih menunjukkan tren positif, meskipun situasi ekonomi global dan domestik masih penuh tantangan,” ujar Kukuh.
Industri otomotif juga memiliki dampak berganda terhadap perekonomian nasional karena melibatkan rantai pasok yang luas, mulai dari manufaktur kendaraan hingga industri komponen dan sektor pendukung lainnya.
“Selama ada permintaan, industri akan bergerak. Baik untuk kendaraan penumpang maupun kendaraan komersial, terutama yang diproduksi di dalam negeri,” katanya.
Meski nilai tukar rupiah mengalami tekanan terhadap dolar AS, pelaku industri otomotif masih berhati-hati dalam melakukan penyesuaian harga kendaraan.