JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya mengungkapkan sebanyak 30 persen peserta Program Magang Nasional 2025 langsung diterima bekerja setelah menyelesaikan masa magang selama enam bulan.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan program magang menjadi jembatan bagi lulusan baru untuk memasuki dunia kerja.
"Jadi dari 100 ribu peserta magang itu, setelah 6 bulan 30 persen diantaranya itu langsung bekerja," katanya dalam konferensi pers yang digelar di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Teddy mengatakan program tersebut sukses membantu lulusan perguruan tinggi, khususnya sarjana, memperoleh pengalaman kerja sekaligus penghasilan sebelum memasuki dunia kerja secara penuh.
"Artinya apa? Program ini juga merupakan jembatan nyata bagi mahasiswa yang baru lulus kuliah untuk dapat langsung bekerja dan langsung dapat memperoleh penghasilan," lanjutnya.
Ia menjelaskan, selain mendapat peluang langsung kerja, peserta juga memperoleh penghasilan sesuai upah minimum kabupaten/kota (UMK) di lokasi penempatan. Besaran yang diterima berkisar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan.
"Kemudian yang ketiga, diajari, dilatih oleh mentor-mentor di perusahaannya," tambah Teddy.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengumumkan pendaftaran Program Magang Nasional 2026 angkatan kedua akan dibuka pada 15-28 Juli 2026. Pemerintah menambah kuota peserta menjadi 150.000 orang dari sebelumnya 100.000 orang dengan anggaran sebesar Rp4,2 triliun.
Yassierli mengatakan penambahan kuota tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Di mana disebutkan ini menjadi kabar baik bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin memperoleh pengalaman kerja melalui program magang nasional.
"Insyaallah angkatan kedua kita sudah mulai siapkan. Hasil evaluasi kita, angkatan pertama 100 ribu orang, kemudian saya paparkan ke Pak Presiden, dan kemudian Pak Presiden memutuskan untuk menambah kuotanya menjadi 150 ribu," ungkap Yassierli.
Ia menjelaskan, menjelang pembukaan pendaftaran peserta, pemerintah memberi waktu sekitar dua pekan bagi perusahaan, kementerian, dan lembaga untuk mendaftarkan diri ke platform Magang Hub serta mengunggah lowongan magang yang akan dibuka.
Menurutnya, seluruh lowongan akan melalui proses verifikasi untuk memastikan posisi yang ditawarkan sesuai bagi lulusan perguruan tinggi. Selain itu, jumlah peserta magang di setiap perusahaan dibatasi maksimal 20 persen dari total jumlah karyawan.
Yassierli menambahkan, pelaksanaan pendaftaran peserta akan dilakukan secara bertahap dalam tiga gelombang.
"Kita akan mulai buka batch pertama pendaftaran untuk sebesar kuota arahan dari Pak Sekab, 50.000 orang. Nanti kita buka segera sesudah itu batch kedua 50.000 dan batch ketiga 50.000 orang," kata Yassierli.
(Taufik Fajar)