JAKARTA - Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, mengundurkan diri dari jabatannya pada 2 Juli 2026. Keputusan tersebut diambil tidak lama setelah penggabungan BUMN logistik ke dalam satu ekosistem beberapa hari lalu.
Corporate Secretary Pos Indonesia, Iwan Gunawan, menjelaskan bahwa alasan pengunduran diri tersebut didasarkan pada pertimbangan dan keinginan pribadi yang bersangkutan. Meski demikian, seluruh proses transisi kepemimpinan akan dilaksanakan sesuai dengan tata kelola yang berlaku.
"Alasan pengunduran diri adalah murni dari keinginan dan pertimbangan pribadi yang bersangkutan," ujarnya dalam Holding Statement Perseroan, Kamis (2/7/2026).
PT Pos Indonesia (Persero) menghormati keputusan tersebut serta menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi yang telah diberikan selama memimpin perusahaan.
Iwan mengatakan, selama proses transisi berlangsung, PT Pos Indonesia memastikan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan dan tidak mengganggu layanan kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).
Sebagai bagian dari Danantara, perseroan tetap berkomitmen menjalankan amanah pemegang saham dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, memperkuat kinerja perusahaan, serta menjalankan program kerja strategis yang sedang berlangsung.
"PT Pos Indonesia menegaskan bahwa saat ini kondisi operasional tetap berjalan lancar dan baik. Seluruh pelaksanaan program transformasi dan agenda strategis perusahaan terus berjalan sesuai rencana perusahaan," tutup Iwan.
Sebelumnya, pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi menggabungkan tujuh BUMN di sektor logistik. Langkah tersebut diharapkan mampu memangkas biaya logistik nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat regional maupun global.
Adapun ketujuh perusahaan yang bergabung, yakni Pelindo Sinergi Lokaseva Multiterminal Indonesia, Pelindo Sinergi Lokaseva Prima Indonesia Logistik, Pos Logistics, Pelni Logistics, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), dan Krakatau Integrated Logistics.
Adapun PT Multi Terminal Indonesia akan menjadi entitas bertahan (surviving entity), atau wadah bagi ketujuh perusahaan selama masa transisi.
(Feby Novalius)