Pemerintah Klaim Pengangguran dan Kemiskinan Turun, Ini Buktinya

Anggie Ariesta, Jurnalis
Kamis 02 Juli 2026 18:02 WIB
Pemerintah mencatat tingkat pengangguran dan angka kemiskinan mengalami penurunan di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA – Pemerintah mencatat tingkat pengangguran dan angka kemiskinan mengalami penurunan di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan. Capaian tersebut disebut didukung oleh pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 yang dinilai memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, pelaksanaan APBN 2025 berfungsi efektif sebagai instrumen fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi, melindungi masyarakat, serta mendukung keberlanjutan pembangunan nasional.

Menurut Purbaya, berbagai kebijakan fiskal sepanjang 2025 turut mendorong perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Tingkat pengangguran tercatat turun menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025, dari 4,91 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, tingkat kemiskinan turun menjadi 8,25 persen pada September 2025, dari 8,57 persen pada September 2024.

“Capaian ini menunjukkan konsistensi dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas fiskal dari waktu ke waktu. Meskipun demikian, capaian tersebut bukan tujuan akhir, melainkan landasan untuk terus mendorong perbaikan tata kelola yang berkelanjutan,” kata Menkeu dalam Rapat Paripurna di Kompleks DPR RI, Kamis (2/7/2026).

Pemerintah menilai capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai stimulus ekonomi yang digelontorkan sepanjang 2025 dengan total nilai Rp110,7 triliun. Stimulus tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong konsumsi domestik, memperkuat sektor riil melalui dukungan kepada UMKM dan sektor padat karya, serta mendukung sektor perumahan, program magang, diskon tiket pada masa liburan, hingga pemberdayaan generasi muda.

Selain berdampak pada kesejahteraan masyarakat, APBN 2025 juga dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah meningkatnya risiko global akibat fragmentasi perdagangan dan tensi geopolitik. Sepanjang 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen secara tahunan, ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98 persen, investasi yang tetap meningkat, serta inflasi yang terjaga di level 2,92 persen.

Purbaya menilai capaian tersebut mencerminkan ketahanan fundamental ekonomi Indonesia sekaligus efektivitas bauran kebijakan pemerintah. APBN, kata dia, berfungsi sebagai shock absorber untuk melindungi masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendukung agenda pembangunan nasional.

Dari sisi fiskal, realisasi pendapatan negara pada 2025 mencapai Rp2.765,13 triliun, sedangkan belanja negara sebesar Rp3.435,46 triliun. Defisit APBN tercatat terkendali di level 2,81 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau sebesar Rp670,34 triliun.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya