Sementara itu, Chief Financial Officer Traveloka, Yady Guitana, mengatakan meningkatnya permintaan perjalanan di kawasan turut mendorong perusahaan memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra industri.
"Kami membantu wisatawan menemukan akomodasi yang paling sesuai pada saat yang tepat. Kini, hal tersebut semakin didukung oleh kemampuan kami dalam memahami kebutuhan wisatawan bahkan sebelum mereka memiliki rencana perjalanan yang matang," kata Yady.
Menurut dia, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan akomodasi bagi wisatawan di kawasan sekaligus mendukung pertumbuhan industri pariwisata.
"Ininmencerminkan kepercayaan terhadap jangkauan dan pemahaman kami terhadap perilaku wisatawan di Asia Tenggara. Dengan menggabungkan portofolio Marriott dengan data regional serta rekomendasi berbasis kecerdasan buatan, kami berharap dapat menghadirkan pengalaman pemesanan yang lebih relevan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis Marriott di kawasan ini," ujar Yady.
Data internal perusahaan mencatat adanya peningkatan pencarian dan pemesanan hotel oleh wisatawan Asia Tenggara, termasuk untuk sejumlah properti di Indonesia seperti Makassar, Surabaya, Medan, dan Bandung.
Oleh karena itu,
kolaborasi platform perjalanan dan operator hotel menjadi salah satu langkah yang ditempuh pelaku industri untuk mengakomodasi pertumbuhan permintaan wisata sekaligus memperluas akses wisatawan terhadap pilihan akomodasi di tengah berkembangnya sektor pariwisata Asia Tenggara.
(Taufik Fajar)