Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masuk Digital, RI Perluas Akses Pasar Pariwsata

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 12 Agustus 2026 |10:37 WIB
Masuk Digital, RI Perluas Akses Pasar Pariwsata
Masuk Digital, RI Perluas Akses Pasar Pariwsata (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Dunia digital berkembang semakin pesat dengan berbagai inovasi dan pemanfaatan yang semakin mempermudah kehidupan manusia, sehingga mendorong adanya kebiasaan baru yang memungkinkan efisiensi, kolaborasi, dan interaksi lintas batas di berbagai bidang. 

Perkembangan ini perlu disokong dengan pembangunan infrastruktur pendukung yang memadai dan berkualitas. Salah satu aspek penyelenggaraan ekosistem digital adalah pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung perkembangan sektor pariwisata. 

Pengembangan kapasitas sumber daya manusia di daerah dan implementasi program pemasaran pariwisata daerah yang konkret menjadi hal penting yang dibutuhkan masyarakat. 

Pemanfaatan platform teknologi digital dapat menjadi sarana strategis bagi pelaku pariwisata dalam mempromosikan dan memasarkan potensi pariwisata. Selain itu, aspek pelayanan prima atau aspek hospitality harus menjadi fokus utama bagi pelaku pariwisata. Peluang tersebut semakin besar dengan berkembangnya Online Travel Agent (OTA) yang mengubah cara wisatawan mencari dan membeli pengalaman perjalanan.

Perwakilan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Inneke Lady menekankan bahwa, di tengah perkembangan industri pariwisata yang semakin kompetitif, memiliki destinasi yang menarik saja belum cukup. 

“Kita juga perlu memastikan bahwa potensi tersebut dikemas menjadi produk wisata yang menarik, mudah dibeli, mudah ditemukan, dan mampu menjangkau wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara. Salah satu peluang yang dapat kita manfaatkan adalah melalui Online Travel Agent atau OTA,” ujar Inneke dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Melalui OTA, lanjutnya, paket wisata yang sebelumnya mungkin hanya dikenal oleh masyarakat sekitar dapat dipasarkan secara lebih luas. Wisatawan dapat memperoleh informasi mengenai destinasi, aktivitas, harga, durasi perjalanan, fasilitas, serta melakukan pemesanan secara lebih mudah melalui platform digital.

Oleh karena itu, pelatihan hari ini menjadi sangat penting. Kita tidak hanya belajar mengenai bagaimana membuat sebuah paket perjalanan, tetapi juga bagaimana mengubah potensi wisata menjadi produk yang memiliki nilai jual dan siap dipasarkan melalui ekosistem digital.

Perubahan inilah yang tengah didorong di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemanfaatan teknologi digital diarahkan bukan sekadar untuk memperkenalkan destinasi, tetapi juga mengubah potensi wisata lokal menjadi produk yang mudah ditemukan, dipilih, dan dibeli wisatawan.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement