Lebih jauh Mentan mengatakan bahwa saat ini hampir seluruh tahapan budidaya padi, mulai dari penanaman hingga panen, telah memanfaatkan teknologi modern seperti drone, rice transplanter, dan combine harvester yang mendorong peningkatan indeks pertanaman.
"Alat yang digunakan dan tadi peningkatan indeks pertanaman, IP, ini kini bukan basa-basi. Tadi yang berbicara mereka. IP itu tingkat nasional sekitar 1,6 sampai 1,7. Di Merauke itu sudah IP 2, artinya dua kali tanam per tahun. Kalau bisa tiga kali," kata Mentan.
Selain meningkatkan frekuensi tanam, produktivitas padi juga mengalami kenaikan. Mentan menyebut hasil panen yang sebelumnya sekitar tiga ton per hektare kini meningkat menjadi empat hingga tujuh ton per hektare di sejumlah lahan.
"Dulu produksinya tiga ton, sekarang sudah ada empat ton, lima ton, ada enam ton, ada tujuh ton. Ini untuk semua rakyat, untuk kesejahteraan masyarakat kita. Pendapatannya naik. Tadi Pak Bupati sampaikan sampai 300 persen. Ini luar biasa," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)