Keberadaan Brigade Pangan diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mendorong regenerasi petani di Banten.
Sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan tanam, Kementerian Pertanian telah menyalurkan berbagai bantuan kepada Provinsi Banten, meliputi 164.825 kilogram benih padi Inpari 32, 50 unit traktor roda dua, 1 unit traktor roda empat, 5 unit crawler tractor, 44 unit rice transplanter, 12 unit combine harvester, serta 52 unit pompa air.
Bupati Pandeglang, ibu Raden Dewi Setianindalam sambutannya menyampaikan bahwa Pandeglang menduduki urutan nomor 8 produksi tertinggi nasional. Tentu ini berkat dukungan dan bantuan dari Kementerian Pertanian.
"Kami sangat berterima kasih dan akan terus mendukung peningkatan produksi khususnya beras, dan ini tentu berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani," ujarnya.
Selanjufnya Ibu Tien Latifa Staf Ahli Menteri bidang Kelembagaan dan RB yang juga hadir, menyampaikan bahwa Kementerian terus berupaya melakukan transformasi pertanian dari tradisional ke modern, diantaranya dengan memperbanyak bantuan alsintan, pertanaman dengan drone, dan yang terbaru metode tanam PM-AAS. Dengan metode baru ini diharapkan produksi padi bisa meningkat minimal 10 ton per hektar.
Menurutnya, bantuan sarana produksi dan alat mesin pertanian yang diberikan pemerintah bukan sekadar fasilitas, melainkan investasi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Gerakan Tanam Serentak Nasional menjadi bagian dari strategi Kementerian Pertanian untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan Oplah dan CSR di berbagai daerah.
Melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan petani, pemerintah berharap percepatan tanam mampu meningkatkan produksi beras nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan menuju swasembada pangan.
(Taufik Fajar)