Untuk mendukung tahap awal pelaksanaan, pemerintah telah menyiapkan gedung yang akan digunakan sebagai lokasi operasional pusat keuangan internasional di Jakarta.
Lebih lanjut, Rosan menerangkan bahwa Danantara akan berperan sebagai pengembang kawasan. Sementara itu, pengelolaan Indonesia International Financial Center akan dipimpin oleh pimpinan kawasan beserta governor yang nantinya bertanggung jawab membangun sistem dan tata kelola agar pusat keuangan tersebut dapat beroperasi secara optimal.
“Kalau Danantara kan sebagai pengembang kawasan, tapi financial center itu sendiri nanti akan dipimpin oleh ketua kawasan dan juga governor yang akan menyiapkan semua perangkat yang dibutuhkan agar financial center itu bisa berfungsi dengan baik dan benar,” tutur Rosan.
Pembentukan Indonesia International Financial Center menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ekosistem investasi nasional.
Melalui percepatan pembentukan pusat jasa keuangan bertaraf internasional ini, Presiden Prabowo berharap Indonesia semakin kompetitif dalam menarik investasi global, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
(Feby Novalius)