Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menko Airlangga Buka Opsi Lahan BUMN di Bali Jadi Lokasi PFII

Rohman Wibowo , Jurnalis-Rabu, 22 Juli 2026 |18:10 WIB
Menko Airlangga Buka Opsi Lahan BUMN di Bali Jadi Lokasi PFII
Menko Airlangga (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan soal lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dipertimbangkan di atas lahan milik BUMN, yang berlokasi di Provinsi Bali. 

Pertimbangan lahan BUMN di Bali sebagai lokasi PFII didasari hasil kunjungan Airlangga bersama CEO Danantara belum lama ini, termasuk memantau Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK di Pulau Dewata, yang sebelumnya diwacanakan pula sebagai markas pusat keuangan tersebut.

"Kemarin kami lihat beberapa KEK, dan juga lahan di Bali Barat, maupun lahan di dekat airport yang dimiliki oleh BUMN. Nah, jadi itu yang menjadi alternatif untuk pendirian PFII," ujar Airlangga saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (22/7/2026).

Airlangga belum dapat memastikan langsung ihwal lokasi persis PFII bakal bercokol di KEK Kura Kura atau Sanur. Tapi, yang jelas, opsi pembangunan PFII bisa juga di luar KEK. Hal ini tak terlepas dari perbedaan karakteristik kawasan antara KEK dan pusat keuangan.

"Kalau fasilitasnya itu (PFII) kan fasilitas financial center. Tapi kalau di carving wilayahnya, dibuat wilayah khusus, itu namanya KEK," jelas Airlangga.

Masih soal penentuan KEK di Bali sebagai lokasi PFII atau sebaliknya, Airlangga memastikan infrastruktur di Bali cukup mumpuni, terlebih ada KEK di sektor kesehatan. Kawasan ini digadang-gadang dapat menjadi aspek pendukung bagi mereka yang bekerja di PFII kelak.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement