Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bertemu Presiden Xi Jinping, Menko Airlangga: RI Siap Kolaborasi Bangun Ekosistem AI Dunia

Anggie Ariesta , Jurnalis-Jum'at, 17 Juli 2026 |19:56 WIB
Bertemu Presiden Xi Jinping, Menko Airlangga: RI Siap Kolaborasi Bangun Ekosistem AI Dunia
Menko Airlangga (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dalam membangun ekosistem kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) global yang terbuka, inklusif, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat dunia. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat berdialog dengan Presiden Republik Rakyat China, Xi Jinping, dalam rangkaian acara pembukaan World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China, Jumat (17/7/2026).

Menko Airlangga mengungkapkan bahwa Indonesia memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah China atas inisiatif pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) dan juga berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia untuk bergabung sebagai salah satu Anggota Pendiri (Founding Member States) organisasi kecerdasan buatan global tersebut. Langkah bergabungnya Indonesia ke dalam WAICO ini merupakan implementasi nyata dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto demi menggenjot pemanfaatan AI di tanah air.

“Kami menyampaikan salam dari Presiden Indonesia, Bapak Prabowo Subianto serta terima kasih kepada Pemerintah Tiongkok yang telah berinisiatif membentuk WAICO, dan mengajak Indonesia sebagai Founding Member States. Indonesia siap bekerjasama dengan WAICO untuk pengembangan ekosistem AI dunia,” kata Airlangga dalam keterangannya di Shanghai.

Dalam pidato pembukaan WAIC 2026, Presiden Xi Jinping menggarisbawahi bahwa lompatan teknologi AI wajib dijadikan instrumen pemacu kesejahteraan umat manusia dan penggerak kemajuan lintas negara. 

Presiden Xi menegaskan bahwa penguasaan teknologi mutakhir ini tidak boleh dimonopoli oleh satu kekuatan negara tertentu, melainkan harus dikelola lewat kemitraan global yang setara.

“Pengembangan AI tidak seharusnya menjadi ‘a solo performance’ oleh satu negara, melainkan ‘a symphony of global collaboration',” ungkap Presiden Xi.

Untuk merealisasikan visi besar itu, platform AI berbasis open source akan segera dikembangkan agar dapat diakses dan dipertebal secara kolaboratif oleh seluruh negara.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement