Proses tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan dan kinerja karyawan sekaligus membangun budaya perusahaan baru setelah proses merger dilakukan.
"Jadi setelah mereka konsolidasi, tema keduanya nanti adalah berkaitan dengan people development dan corporate culture," tambahnya.
Memasuki tahun ketiga, Danantara akan mendorong transformasi berbasis inovasi dan teknologi. Menurut Dony, penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan digitalisasi akan menjadi salah satu agenda utama untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing perusahaan-perusahaan BUMN.
Pada tahun keempat, Danantara akan mulai berfokus pada penciptaan nilai (value creation). Pada tahap tersebut, berbagai opsi korporasi, termasuk menjalin kemitraan strategis dengan investor, melepas saham ke publik melalui Initial Public Offering (IPO), maupun mempertahankan status perusahaan tertutup akan dievaluasi.
"Nah, tahun keempatnya baru kita bicara mengenai value creation. Jadi mana yang akan kita strategic partnership, mana yang akan kita IPO, mana yang tetap tertutup. Nanti kita diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan. Arahnya tentu sebagai milik negara," kata Dony.
(Feby Novalius)