KEK Industropolis Batang, sebagai wilayah implementasi kerja sama Twin Park dengan Tiongkok, menjadi salah satu titik untuk menguji transformasi kemitraan energi bersih Indonesia. Harapannya, kemitraan yang dibentuk mampu bergerak dari hubungan pemasok-pembeli teknologi menjadi kemitraan strategis yang transformatif.
Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri Muhammad Takdir mengatakan, diplomasi dekarbonisasi dilaksanakan dengan memperhatikan ekosistemnya.
"Kami mencatat adanya bibit ekosistem pengetahuan, keahlian, dan komitmen dari kalangan ahli di universitas, pelaku usaha, dan pemerintah di Semarang dan sekitarnya untuk meningkatkan ekonomi, kompetensi sumber daya manusia, dengan tetap memperhatikan lingkungannya," katanya dalam keteranganya, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Dia menambahkan, komitmen Kemlu dalam promosi KEK dan upaya pengembangannya dengan memanfaatkan keberadaan Perwakilan RI di luar negeri.
Sementara itu Synergy Policies menegaskan bahwa forum ini merupakan babak baru untuk mewujudnyatakan sinergi berbasis keilmuan, data empiris, dan kekayaan komitmen di lapangan untuk memperkuat posisi tawar Indonesia dalam diplomasi dekarbonisasi.
Executive Director Synergy Policies Dinna Prapto Raharja menegaskan, tiga hal yang kita ingin gali dari dialog ini adalah, pertama, sejauh mana ekosistem Batang siap memenuhi standar Eco-Industrial Park secara internasional. Kedua, di titik mana kebijakan, pembiayaan, dan kelembagaan kita masih terdapat bottleneck (hambatan), dan Ketiga, bagaimana pengalaman ini bisa jadi modal tawar Indonesia pada kerja sama dengan Tiongkok.