Sementara itu, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi menjelaskan data kependudukan menjadi basis penting bagi berbagai layanan publik. Hingga semester I 2026, jumlah penduduk Indonesia tercatat sekitar 290,1 juta jiwa, dengan hampir 99% penduduk wajib KTP telah terekam secara biometrik.
“Kami mengapresiasi kerja sama dengan Pertamina Patra Niaga. Pemanfaatan data kependudukan ini kami harapkan tidak hanya mendukung penyaluran subsidi LPG 3 kg agar lebih tepat sasaran, tetapi juga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan lain dalam mendukung tugas dan layanan Pertamina Patra Niaga,” jelas Teguh.
Dengan adanya kerja sama antara Pertamina Patra Niaga dan Ditjen Dukcapil, diharapkan pelayanan energi semakin baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
PKS tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra. Turut hadir dan menyaksikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman dan Direktur Logistik & Infrastruktur PT Pertamina (Persero) Jaffee Arizon Suardin. Kerja sama ini memperkuat sinergi antarpihak dalam mendukung penyaluran energi yang lebih tepat sasaran berbasis data.
(Feby Novalius)