"Persoalan hasil terhadap reshuffle itu hak prerogatif Bapak Presiden. Kita serahkan semuanya kepada Bapak Presiden yang mempunyai hak prerogatif. Kita di bawah ini enggak boleh gerakan tambahan. Jangan berpikir apalagi bertindak melampaui batas kewenangan yang diberikan, ya," ujar Bahlil.
Senada dengan Bahlil, Purbaya menegaskan bahwa fokus utama rapat koordinasi mereka adalah memastikan postur APBN tetap stabil hingga penutupan tahun anggaran, terutama melalui optimalisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan pengendalian alokasi subsidi energi.
"Jadi kami tadi fokus memastikan bahwa APBN tahun ini aman. Kan beliau memberikan kontribusi yang besar untuk PNBP, jadi kita diskusi di situ saja dan pengendalian subsidi sebagian sehingga tidak melebar ke mana-mana dan bisa terkendali. Jadi itu, walaupun harga minyak dunia cenderung terkendali walaupun masih naik-turun ya, tapi cenderung terkendali, kita mesti waspada terus dan menjaga dan memastikan APBN kita aman sampai akhir tahun," pungkas Purbaya.
Sebelumnya, berembus kabar mengenai reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto setelah 17 Agustus mendatang. Namun, dua menteri ekonomi tersebut tegas membantah kabar tersebut.
(Feby Novalius)