Teknologi Menjaga Batu Hijau: Setiap Ton Bijih untuk Masa Depan

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Rabu 12 Agustus 2026 14:43 WIB
Teknologi Menjaga Batu Hijau: Setiap Ton Bijih untuk Masa Depan (Foto: Amman)
Share :

Melihat Sebelum Masalah Terjadi

Tetapi data bukan satu-satunya cara teknologi membantu Batu Hijau. Di jalur conveyor menuju SAG Mill, material tambang bergerak tanpa henti. 

Bersamaan dengan bijih, terkadang objek berukuran ekstrem (oversize objects) atau material asing non-batuan yang ikut terbawa dari area tambang. Jika luput terdeteksi, benda tersebut berpotensi mengganggu aliran material dan proses pengolahan. 

Sebelumnya, pengawasan mengandalkan kamera dua dimensi. Metode ini membantu, tetapi memiliki keterbatasan. Perubahan pencahayaan, warna, dan tekstur material dapat membuat objek tertentu lebih sulit dibedakan.

Tim Metallurgi AMMAN kemudian mencari cara untuk melihat material dengan lebih presisi. Mereka mengembangkan penerapan 3D Particle Size Measurement (3DPM) berbasis laser triangulation.

Berbeda dengan kamera biasa yang menangkap gambar dua dimensi, sistem tersebut melakukan pemindaian tiga dimensi secara real time. Bentuk, ukuran, dan volume objek dapat dibaca dengan lebih akurat. Material yang berpotensi mengganggu proses dapat diketahui lebih awal. 

Beberapa detik atau menit tambahan untuk bertindak bisa sangat berarti. Bagi operator, tambahan waktu itu berarti kesempatan mencegah masalah dan menjaga keandalan proses.

“Implementasi teknologi 3DPM menunjukkan bagaimana inovasi dapat lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Kami tidak hanya mengadopsi teknologi baru, tetapi juga mengembangkannya agar sesuai dengan kondisi operasional kami. Hasilnya adalah proses yang lebih andal, efisien, dan mampu mendukung pengelolaan risiko operasional yang lebih baik,” ujar Victor dari tim Metallurgi AMMAN.

Dari Batu Menjadi Nilai Tambah

Perjalanan inovasi AMMAN tidak berhenti ketika mineral keluar dari tambang. Di Sumbawa Barat, mineral itu memasuki babak lain: hilirisasi.

Pada 18 Juli 2026, AMMAN dan China Nonferrous Metal Industry's Foreign Engineering and Construction Co., Ltd. (NFC) menandatangani Project Acceptance Certificate (PAC) di Beijing, Tiongkok.

Penandatanganan itu menandai penyelesaian seluruh poin penting konstruksi dan pengoperasian dalam lingkup kontrak, sekaligus keberhasilan fasilitas melewati uji jaminan kinerja.

Pabrik peleburan tembaga AMMAN telah beroperasi lebih dari satu tahun. Dengan pencapaian tersebut, fasilitas memasuki fase operasional jangka panjang.

Sebagai Proyek Strategis Nasional, fasilitas peleburan itu dirancang mengolah hingga 900.000 metrik ton konsentrat per tahun yang bersumber dari tambang Batu Hijau dan, pada masa mendatang, Elang.

Dari kompleks terintegrasi tersebut dihasilkan katoda tembaga berkadar kemurnian tinggi, emas, perak, asam sulfat, dan selenium.

Di sinilah perjalanan sebuah batu berubah. Mineral yang sebelumnya berhenti pada konsentrat kini memiliki perjalanan yang lebih panjang. Menjadi bahan baku. Menjadi produk. Menjadi bagian dari rantai industri. Dan pada akhirnya, menjadi nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.

Presiden Direktur AMMAN Arief Sidarto mengatakan, penyelesaian proyek ini merupakan hasil dari dedikasi dan kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan salah satu kompleks smelter tembaga dan pemurnian logam mulia terintegrasi paling canggih di dunia. 

Dia menambahkan, rampungnya proyek smelter ini merupakan pencapaian penting bagi AMMAN. Di baliknya terdapat kerja keras, ketangguhan, dan kolaborasi yang kuat dari seluruh karyawan serta para mitra dalam menghadapi berbagai tantangan selama proses pembangunan dan komisioning. 

"Beroperasinya smelter ini menegaskan komitmen kami untuk mendukung agenda hilirisasi nasional. Ke depan, kami berharap ekosistem kebijakan yang mendukung daya saing industri pengolahan dan pertambangan dalam negeri dapat terus diperkuat agar Indonesia mampu memaksimalkan manfaat hilirisasi dan tetap kompetitif di tengah dinamika global,” ujar Arief.

Dengan hilirisasi, makna inovasi menjadi semakin luas. Inovasi bukan hanya tentang bagaimana menambang. Tetapi juga bagaimana mineral diproses, dimanfaatkan, dan menciptakan nilai lebih besar di negeri sendiri.

Teknologi Menjaga Batu Hijau: Setiap Ton Bijih untuk Masa Depan
 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya