“Impact yang kami harapkan memang tidak hanya untuk Garuda, tetapi juga untuk keseluruhan Indonesia,” katanya.
Di sisi lainnya. Senior Vice President Corporate Secretary PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Yudhistira Setiawan mengatakan keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari lama tinggal, jumlah destinasi yang dikunjungi, dan pengeluaran wisatawan selama berada di Indonesia.
Berdasarkan data yang disampaikan Yudhistira, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara pada kuartal II 2026 mencapai sekitar USD1.285, dengan rata-rata lama tinggal sekitar 10 malam.
“Quality tourism itu tidak tentang bagaimana satu kedatangan wisatawan dapat menciptakan value yang lebih besar, tetapi lebih bagaimana manfaat yang lebih luas bagi Indonesia,” ujarnya.
Dalam kolaborasi tersebut, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Lombok menjadi kawasan yang mendapat perhatian dalam penguatan konektivitas.