JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kehadiran Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) bakal menjadi magnet besar bagi masuknya arus modal asing ke dalam negeri.
Purbaya memperkirakan nilai investasi yang masuk dapat menembus angka lebih dari Rp500 triliun, selama paket insentif dan fasilitas yang disediakan mampu memikat para investor global.
"Kalau itu menarik dan berhasil, mungkin bisa lebih besar daripada itu (Rp500 triliun)," ujar Purbaya usai menerima kunjungan Menteri ESDM di kantornya, Selasa (11/8/2026).
Purbaya menambahkan bahwa kalkulasi tersebut masih berupa perkiraan awal.
Perhitungan mengenai potensi dana yang dapat dihimpun akan diserahkan kepada Danantara, selaku pihak yang menyiapkan modal awal untuk pengembangan kawasan keuangan tersebut.
"Itu nanti Danantara yang hitung," tegasnya.
Purbaya memastikan bahwa pemberian berbagai fasilitas dan insentif perpajakan di kawasan PFII tidak akan menggerus penerimaan negara maupun memicu kerugian fiskal.