Selain penarikan pajak, Purbaya mengatakan kalau sebagian keuntungan Danantara bakal ditarik ke kas negara. Tujuannya agar meningkatkan efisiensi penerimaan negara dari luar pos pajak.
"Ada ide Presiden untuk menempatkan sebagai keuntungan Danantara untuk cadangan Pemerintah, sehingga itu yang bisa mengurangi utang kita juga. Nanti kita tentukan bentuknya ke depan," tambahnya.
Sekedar informasi tambahan, total utang pemerintah yang terakumulasi Rp10 ribu triliun hingga akhir Juni lalu tercatat meningkat sekitar Rp373,27 triliun dibandingkan posisi akhir Maret 2026 lalu sebesar Rp9.920 triliun.
Sejalan dengan peningkatan utang pemerintah, APBN pada paruh pertama 2026 justru mengalami defisit 0,76 persen terhadap PDB. Pendapatan negara hingga akhir Juni tercatat Rp1.459,4 triliun, sedangkan belanja negara tembus Rp1.656 triliun.
(Dani Jumadil Akhir)