Hal yang sama dapat diterapkan pada komoditas tembaga, dari bijih menjadi konsentrat, katoda hingga produk kabel tembaga. Pengembangan rantai nilai juga dapat dilakukan terhadap bauksit dan batubara.
Berdasarkan catatan ESDM, realisasi hilirisasi mineral pada semester I 2026 telah mencapai Rp206,5 triliun. Nilai tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan sektor hilirisasi lainnya.
Selain itu, investasi hilirisasi di luar Jawa telah mencapai sekitar Rp227 triliun. Menurut Tri, kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi mulai bergerak semakin dekat dengan wilayah sumber daya.
"Ini penting dan menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi mulai bergerak dari wilayah Jawa atau wilayah di mana tidak dekat atau jauh dengan sumber daya menjadi semakin dekat dengan sumber daya," pungkasnya.
(Taufik Fajar)