"Pada APBN 2024, Kemenhan dialokasikan sebesar Rp139,27 triliun dan realisasinya sebesar Rp190,46 triliun (136,76 persen). Lebih spektakuler lagi pada APBN 2025 dengan alokasi Rp166,26 triliun, realisasinya menjadi lebih dari dua kali lipat sebesar Rp348,94 triliun (209,87 persen). Pada APBN 2026, dari alokasi sebesar Rp187,1 triliun, pemerintah sendiri memprakirakan (outlook) realisasi mencapai Rp285,31 triliun (152,49 persen)," ungkap Awalil.
Awalil menambahkan, peningkatan realisasi belanja Kemenhan terutama didominasi oleh pos belanja modal di bawah Bagian Anggaran Kementerian Pertahanan untuk pengadaan sarana pertahanan strategis.
Sementara itu, pada institusi Polri, fleksibilitas anggaran dimanfaatkan secara optimal untuk menopang ketertiban dan stabilitas nasional melalui Program Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.
Melalui kombinasi penyerapan BGN yang terukur serta kemampuan akselerasi pembiayaan alutsista pada Kemenhan, Awalil memperkirakan realisasi belanja Kemenhan pada 2027 berpotensi kembali menempati posisi puncak seiring dengan pemenuhan target modernisasi pertahanan nasional.
"Dengan demikian, Kementerian Pertahanan merupakan institusi yang belanjanya paling besar pada 2025 dan 2026. Meski sementara dialokasikan dalam RAPBN 2027 sebagai urutan kedua, kemungkinan besar pada realisasinya nanti akan kembali menjadi urutan pertama lagi," pungkas Awalil.
(Feby Novalius)