Menurut Aan, pengiriman ekskavator melalui kapal penyeberangan diharapkan dapat mempercepat pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan. Dengan demikian, konektivitas antarwilayah yang sempat terisolasi dapat segera kembali terbuka.
Di sisi lain, Ditjen Perhubungan Darat melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTT juga memperbantukan bus perintis untuk mendistribusikan bantuan sekaligus mendukung pembukaan akses jalan dan lintasan penyeberangan.
"Kami terus berupaya untuk melayani lintasan penyeberangan perintis yang vital bagi Kabupaten Ende dan mendukung mobilitas serta distribusi bantuan/logistik pascabencana," ujar Aan.
Kemenhub juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menangani gangguan pada Jalan Trans Flores. Berdasarkan pemantauan dan verifikasi lapangan terbaru, ruas jalan yang sebelumnya mengalami gangguan total tersebut kini sudah dapat kembali diakses.
Kondisi tersebut memungkinkan distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali berjalan.