RAPBN 2027 Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen, Defisit Justru Turun

Rohman Wibowo, Jurnalis
Rabu 19 Agustus 2026 19:05 WIB
Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menetapkan target pertumbuhan ekonomi cukup ekspansif sebesar 6 persen. (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

JAKARTA - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menetapkan target pertumbuhan ekonomi cukup ekspansif sebesar 6 persen. Optimisme pemerintah berlandaskan pada fondasi pemulihan ekonomi nasional yang kian solid.

Sepanjang semester pertama 2026, Indonesia berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,45%. Kinerja ini diproyeksikan terus menguat pada kuartal III dan IV di atas 5,5%, didorong oleh indikator industri manufaktur (PMI) yang konsisten berada di atas level ekspansif 50, menguatnya daya tahan ekspor, serta belanja negara yang terus terjaga.

"Bapak Presiden memberikan target dan kalau memberikan target itu memang tidak boleh rendah. Seperti bahasa Bapak Presiden, gantungkanlah cita-citamu setinggi bintang-bintang, kalaupun tidak tercapai kau jatuh di atas awan," ujar Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Rabu (19/8/2026).

Suahasil pun memaparkan upaya pemerintah dalam melakukan orkestrasi manajemen makroekonomi untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi 6% tahun depan. Menurutnya, strategi tersebut dilakukan melalui optimalisasi seluruh komponen Produk Domestik Bruto (PDB), di antaranya dengan menjaga konsumsi rumah tangga sebagai penyumbang komponen terbesar pertumbuhan (53%-54% PDB).

“APBN adalah salah satu instrumen utama menjaga konsumsi ini. Karena APBN itu memberikan perlindungan sosial, memberikan bantuan sosial, memberikan pengurangan terhadap beban rumah tangga,” jelasnya.

Strategi lainnya dilakukan dengan mendorong investasi melalui peran Danantara. Konsolidasi aset BUMN melalui Danantara difungsikan sebagai pendorong sekaligus katalisator untuk menarik partisipasi investasi swasta nasional maupun asing.

Selain itu, pemerintah juga melakukan efisiensi belanja negara dengan memfokuskan belanja pada sektor-sektor yang memiliki dampak pengganda atau multiplier effect tinggi terhadap PDB.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya