Adapun Program Bedah Rumah tahun ini mengalami peningkatan signifikan menjadi 400.000 unit. Untuk mendukung keluarga penerima MBG yang membutuhkan perbaikan hunian, Kementerian PKP akan menyiapkan data dan sistem sebagai dasar penetapan kuota khusus Program Bedah Rumah bagi keluarga penerima manfaat MBG pada tahun depan. Pelaksanaannya tetap mengacu pada kriteria penerima Program Bedah Rumah.
“Kami siap mendukung. Kuota untuk Program Bedah Rumah bagi penerima MBG akan kami siapkan. Data dan sistemnya akan segera kami siapkan. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa berjalan,” kata Maruarar.
Senada dengan Maruarar, Kepala BGN Sudaryono mengatakan BGN menerima berbagai pengaduan dan masukan dari masyarakat, termasuk dari SPPI, mitra, maupun masyarakat penerima manfaat MBG. Dalam sejumlah pengaduan tersebut, terdapat masyarakat yang menyampaikan persoalan lain di luar pemenuhan gizi, termasuk kondisi rumah yang mereka tempati.
Menurut Sudaryono, persoalan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan program MBG perlu didukung berbagai program pemerintah lainnya agar manfaat yang diterima masyarakat semakin menyeluruh.
“Kami menghadap Pak Ara untuk mendapatkan arahan sekaligus difasilitasi agar penerima MBG dapat memperoleh program prioritas dari Kementerian PKP. Banyak anak-anak yang mendapatkan MBG, tetapi kita juga melihat kondisi keluarga dan rumah yang mereka tempati masih perlu mendapat perhatian,” ujar Sudaryono.
(Feby Novalius)