Pengembangan tersebut turut memperkuat posisi Taiwan dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang diterbitkan Mastercard dan CrescentRating. Taiwan menempati peringkat ketiga sebagai destinasi non-Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) dalam indeks tersebut, sejajar dengan Inggris.
Frank mengatakan, pengembangan fasilitas ramah Muslim menjadi bagian dari upaya Taiwan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan dari negara-negara dengan populasi Muslim yang besar, termasuk Indonesia.
Taiwan juga berupaya memperluas sebaran kunjungan wisatawan Indonesia agar tidak hanya terkonsentrasi di Taipei. Sejumlah destinasi lain menjadi bagian dari pengembangan pasar, antara lain Alishan, Sun Moon Lake, kawasan pemandian air panas, pasar malam, serta berbagai destinasi berbasis budaya lokal.
Director Taiwan Tourism Information Center in Jakarta Abe Chou mengatakan, preferensi wisatawan Indonesia terhadap Taiwan mulai berkembang. Selain mengunjungi objek wisata populer dan menikmati kuliner, wisatawan Indonesia semakin mencari aktivitas yang menawarkan pengalaman lebih mendalam.
Beberapa aktivitas yang mulai diminati antara lain bersepeda, hiking, maraton, wisata pedesaan, perjalanan menggunakan kereta api, hingga kunjungan ke kawasan industri pariwisata.