Sementara, Pramono menyebut LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai siap diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Akan tetapi waktu pelaksanaan akan mengikuti agenda kepala negara.
"Mengenai peresmiannya, kami mengusulkan tanggal 26 Agustus. Waktunya tentunya mengikuti waktu Bapak Presiden Prabowo Subianto apakah pagi ataupun sore," kata Pramono.
Dirinya juga tak memaksakan Presiden akan meresmikan LRT Jakarta sesuai jadwal yang telah ditentukan. Sebab Presiden saat ini tengah fokus meninjau dan menangani kejadian bencana di Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Ataupun hari lain karena memang sekarang ini beliau sedang melakukan penanganan berkaitan dengan kebakaran hutan dan juga gempa yang ada di NTT," ucap dia.
Adapun berdasarkan hasil pengecekan bersama pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan, pembangunan rel dan jalur layang LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai telah selesai 100 persen.
"Sehingga dalam perspektif pemerintah DKI Jakarta sebenarnya baik itu pembangunan maupun jalur relnya adalah sudah siap untuk diresmikan secara keseluruhan," tuturnya.
Pramono menyebut setelah jalur ini diresmikan, pihaknya akan memperpanjang dari Manggarai menjangkau kawasan Dukuh Atas. Dana untuk pembangunan akan menggunakan biaya dari penerbitan obligasi daerah.
"Kita langsung melakukan pembangunan sampai Dukuh Atas, ada perubahan angka, dulu kami mengumumkan Rp2,1 (triliun) ternyata harus ada investasi untuk train set-nya yang jumlahnya kurang lebih 16, sehingga totalnya menjadi Rp2,7 triliun," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)