Di samping penanganan darurat langsung, Bulog turut memperhitungkan alokasi program Bantuan Pangan untuk periode tiga bulan ke depan bagi 852.631 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Dengan jatah 10 kilogram per PBP per bulan, kebutuhan tersebut menyerap sekitar 25.578 ton, sehingga total proyeksi kebutuhan beras di NTT diestimasi mencapai 46.368 ton.
Dari total pasokan yang disiagakan sebesar 93.782 ton, Bulog masih memiliki sisa ruang ketersediaan (buffer stock) sebesar 47.414 ton setelah menutup seluruh estimasi kebutuhan tersebut.
Cadangan berlebih ini menegaskan kesiapan logistik yang sangat memadai dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat NTT di tengah situasi krisis.
Secara nasional, total stok beras yang dikuasai Bulog per 22 Agustus 2026 bertengger di angka 5.170.098 ton. Besarnya cadangan nasional ini menjadi tumpuan strategis bagi Bulog dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus memberikan keleluasaan mobilisasi stok ke berbagai daerah yang membutuhkan bantuan darurat.
Ahmad menambahkan, penyiapan cadangan ini dirancang komprehensif bukan hanya untuk merespons kebutuhan mendesak saat bencana, melainkan sebagai langkah mitigasi jangka panjang terhadap kemungkinan perpanjangan masa darurat atau timbulnya bencana susulan di wilayah NTT.
“Kami tidak hanya menghitung kebutuhan hari ini, tetapi juga menyiapkan ruang stok untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan. Prinsipnya, masyarakat terdampak bencana tidak boleh mengalami kesulitan mendapatkan pangan,” ucap Ahmad.
(Taufik Fajar)