Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengatakan, DEB dirancang tidak hanya untuk mengenalkan energi terbarukan kepada masyarakat, tetapi juga mendorong kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan energi tersebut secara produktif.
“Konsep dasarnya adalah awareness masyarakat untuk bisa mengetahui potensi energi terbarukan. Lalu masyarakat diajak untuk mengenal energi terbarukan dan selanjutnya masyarakat dilatih untuk bisa menggunakan energi tersebut. Pada akhirnya program ini akan memberikan benefit ekonomi kepada masyarakat,” katanya.
Dari 269 program DEB yang telah berjalan, sebanyak 166 program mengusung tema ketahanan pangan, 58 program wisata energi, dan 45 program pesisir modern.
Pemanfaatan energi terbarukan di dalam program tersebut ditopang oleh 237 panel surya, 21 instalasi metana dan biogas, 8 mikrohidro, 2 biodiesel, serta 1 sistem hybrid. Secara keseluruhan, kapasitas energi baru terbarukan yang dimanfaatkan telah mencapai sekitar 1,35 MWp, disertai produksi biogas dan metana sebesar 959.302 meter kubik.
Implementasi DEB telah memberikan manfaat kepada 283.961 jiwa, termasuk 62 penyandang disabilitas, sekaligus menciptakan nilai ekonomi sekitar Rp5,65 miliar per tahun. Program ini juga mendukung produksi padi sebesar 21.357 ton per tahun serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon secara kumulatif sekitar 1,09 juta ton CO2e.