Program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mempersiapkan uang muka secara bertahap selama 18 bulan sebelum masuk ke skema KPR.
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma mengatakan kolaborasi antara BP Tapera, perbankan, dan pengembang diperlukan untuk meningkatkan kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“BTN sebagai bank penyalur bisa menginformasikan terkait KPR rusun 40 tahun. BP Tapera akan berkomitmen menyediakan pendanaannya dan Perumnas akan menyediakan huniannya,” kata Sid.
Dia menambahkan BP Tapera siap mendukung penyaluran KPR atau KPA subsidi bagi MBR.
“Kami siap men-support KPR atau KPA subsidi khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kami telah mengalokasikan hampir 50.000 khusus untuk rusun,” ujarnya.
Imelda mengatakan Perumnas akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah, BP Tapera, perbankan, pemerintah daerah, serta pelaku usaha dan mitra strategis lainnya untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian.
“Perumnas akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar masyarakat memiliki semakin banyak pilihan dan kemudahan dalam mengakses hunian,” kata Imelda.
Langkah tersebut dilakukan Perumnas untuk mendukung pencapaian Program 3 Juta Rumah melalui pengembangan hunian, penguatan layanan digital, alternatif pembiayaan, serta kolaborasi dalam ekosistem perumahan.
(Taufik Fajar)