BEI Gandeng Alpaca, Investor RI Makin Mudah Akses Bursa Global

Rohman Wibowo, Jurnalis
Selasa 01 September 2026 17:12 WIB
Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan penyedia infrastruktur pialang dan teknologi finansial global, AlpacaDB, Inc. (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

Kemampuan distribusi lintas negara tersebut diproyeksikan membuka akses bagi jutaan nasabah ritel internasional untuk menanamkan modalnya pada instrumen saham di Bursa Efek Indonesia. Sinergi ini juga mempermudah investor domestik mendiversifikasikan portofolionya ke aset-aset kelas dunia.

"Tugas kami di Alpaca adalah menghubungkan pasar modal di seluruh dunia, mulai dari Nasdaq, New York Stock Exchange, Xetra, hingga bursa-bursa lainnya, di mana yang terpenting saat ini adalah menghubungkan pasar modal global dan BEI bersama-sama. Tujuannya menawarkan aksesibilitas pasar global bagi investor ritel Indonesia, dan sebaliknya, bagaimana pasar saham Indonesia dapat diakses oleh nasabah ritel serta broker-dealer di 50 negara mitra kami," ungkap Yoshi.

Secara struktur bisnis, peran Alpaca dalam ekosistem finansial setara dengan fungsi general clearing member (anggota kliring umum). Entitas ini mengantongi izin resmi sebagai penyedia layanan kliring dan kustodi di bawah regulasi ketat Securities and Exchange Commission (SEC) dan Financial Industry Regulatory Authority (FINRA) di Amerika Serikat, serta terdaftar sebagai anggota Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC).

Kepemilikan lisensi multiyurisdiksi tersebut memungkinkan Alpaca memfasilitasi kemitraan teknologi secara aman bagi ratusan pialang, bank digital, dan perusahaan fintech global. Standar kepatuhan internasional ini menjadi fondasi operasional penting dalam menjalin konektivitas pasar dengan berbagai otoritas di Asia.

"Kami adalah perusahaan broker-dealer kliring dan kustodi terdaftar di berbagai yurisdiksi, termasuk di Amerika Serikat di bawah SEC dan FINRA, serta anggota DTCC. Kami juga beruntung telah mengantongi lisensi resmi di berbagai negara, seperti Monetary Authority of Singapore (MAS) di Singapura serta registrasi perusahaan di Jepang, yang memungkinkan kami bekerja sama dengan berbagai bank digital dan fintech secara global," urai Yoshi.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya