Sebelum masuk ke jajaran Dewan Gubernur, Aida sempat dipercaya mengemban tugas sebagai Asisten Gubernur yang membawahi Kebijakan Strategis Sektor Moneter, Bauran Kebijakan BI, serta sinergi bauran kebijakan nasional untuk kurun waktu 2020 sampai 2022.
Jauh sebelum posisi tersebut, ia pernah menduduki jabatan sebagai Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter pada 2018 serta memimpin Departemen Internasional sebagai Kepala Departemen sepanjang 2014 hingga 2018.
Sepanjang perjalanan kariernya di bank sentral, Aida menorehkan rekam jejak yang solid baik di panggung internasional maupun lingkup nasional. Pada kurun 2010–2012, ia bertindak sebagai delegasi perwakilan dari 13 negara yang tergabung dalam kantor SEAVG guna menyuarakan aspirasi dan kepentingan kawasan di International Monetary Fund (IMF).
Aida juga memiliki pengalaman panjang mewakili BI dalam berbagai kelompok kerja perumusan kebijakan internasional, baik dalam skema kerja sama bilateral, forum regional, maupun tingkat multilateral.
Sementara di kancah domestik, Aida tercatat memiliki andil dalam penyusunan strategi nasional pengembangan sektor industri dan pariwisata, penguatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), penguatan jaring pengaman keuangan (Financial Safety Net), promosi penggunaan mata uang regional, hingga perumusan strategi peningkatan peringkat investasi Indonesia.
(Dani Jumadil Akhir)