Anggaran Subsidi dan Kompensasi Energi Diprediksi Bengkak Jadi Rp700 Triliun

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Rabu 02 September 2026 13:33 WIB
Anggaran Subsidi dan Kompensasi Energi Diprediksi Bengkak Jadi Rp700 Triliun (Foto: Wamen ESDM/Okezone)
Share :

Yuliot menilai ketersediaan energi yang cukup dan terjangkau merupakan fondasi bagi aktivitas ekonomi dan hilirisasi industri. Pengembangan EBT juga dinilai dapat membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperluas akses energi bagi masyarakat.

Selain pengembangan EBT, pemerintah juga menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat kemandirian energi. Salah satunya dengan meningkatkan produksi minyak nasional dari sekitar 600.000 barel per hari saat ini menjadi sekitar 1 juta barel per hari pada 2030.

Pemerintah juga menargetkan peningkatan produksi gas menjadi sekitar 12 miliar kaki kubik per hari pada periode yang sama.

Di sisi konsumsi, pemerintah mendorong penggunaan kendaraan listrik secara masif sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Yuliot mencatat penjualan kendaraan listrik pada 2025 meningkat sekitar 400 persen dibandingkan 2024.

"Dengan adanya penggunaan kendaraan listrik secara masif, tentu ini merupakan hal yang menggembirakan, berarti terjadi pengurangan konsumsi untuk bahan bakar minyak," katanya.

Pemerintah juga tengah mendorong penggunaan CNG sebagai substitusi LPG. Pasalnya, kebutuhan LPG nasional mencapai sekitar 9 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru sekitar 1,6 juta ton. Dengan demikian, Indonesia masih harus mengimpor sekitar 7,4 juta ton LPG.

Yuliot menegaskan, penguatan ketahanan energi tidak bisa hanya mengandalkan satu sumber energi. Pemerintah perlu membangun ekosistem energi yang mencakup peningkatan produksi energi domestik, pengembangan EBT, pembangunan infrastruktur, efisiensi konsumsi, hingga penguatan industri dalam negeri.

"Ketahanan energi bukan hanya tugas pemerintah, ini adalah tugas kita bersama," pungkasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya