Jangan Lupa Pakai Masker! Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Makin Meluas

Feby Novalius, Jurnalis
Senin 07 September 2026 07:22 WIB
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengimbau masyarakat, khususnya pengguna KRL, untuk tetap menggunakan masker. (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengimbau masyarakat, khususnya pengguna KRL, untuk tetap menggunakan masker di dalam maupun di luar rangkaian kereta. Imbauan tersebut disampaikan seiring sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih meluas di sejumlah wilayah.

Imbauan penggunaan masker disampaikan melalui informasi yang diputar di dalam rangkaian KRL pada Senin (7/9/2026).

"Kami mengimbau seluruh pengguna untuk tetap memakai masker," demikian bunyi imbauan yang disampaikan kepada pengguna KRL.

Imbauan tersebut menjadi langkah kewaspadaan di tengah perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

 Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran abu vulkanik telah meluas hingga wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.

Perluasan sebaran abu vulkanik juga berdampak pada operasional penerbangan. AirNav Indonesia masih menutup enam bandar udara dengan mempertimbangkan kondisi ruang udara dan keselamatan penerbangan.

Berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM), enam bandar udara tersebut berstatus closed dengan estimasi penutupan hingga Senin (7/9/2026) pukul 08.59 WIB.
Keenam bandar udara tersebut yakni:
1. Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), ditutup sejak 6 September 2026 pukul 23.20 WIB.
2. Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP), ditutup sejak 6 September 2026 pukul 23.26 WIB.
3. Bandar Udara Radin Inten II, Lampung (TKG), ditutup sejak 6 September 2026 pukul 23.23 WIB.
4. Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung (BDO), ditutup sejak 6 September 2026 pukul 23.31 WIB.
5. Bandar Udara Budiarto, Curug (RTO), ditutup sejak 6 September 2026 pukul 23.29 WIB.
6. Bandar Udara Pondok Cabe (PCB), ditutup sejak 6 September 2026 pukul 23.36 WIB.

Selain mempertimbangkan sebaran abu vulkanik, AirNav memperhatikan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III atau Siaga.

AirNav Indonesia terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan diperbarui sesuai dengan kondisi aktual dan perkembangan informasi keselamatan penerbangan.

AirNav juga berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.
Di tengah meluasnya sebaran abu vulkanik, masyarakat di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi serta arahan dari pihak berwenang.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya