JAKARTA — Penerapan pola pemupukan berimbang pada budidaya padi melalui kombinasi pupuk konvensional dan pupuk hayati cair menghasilkan produktivitas hingga 9,49 ton per hektare dalam uji demplot di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Hasil tersebut diperoleh dari demplot Kelompok Tani Sumber Rezeki 4 di Blok Bojong, Desa Ciparay, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Dari lahan seluas 1,1 hektare, petani menghasilkan 10.444 kilogram atau 10,44 ton gabah, setara dengan produktivitas 9,49 ton per hektare.
Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki 4 Haji Anang mengatakan produktivitas tersebut meningkat dibandingkan hasil panen sebelumnya yang berada di kisaran 5-7 ton per hektare. Jika menggunakan produktivitas 7 ton per hektare sebagai pembanding, kenaikannya mencapai sekitar 35,6 persen.
"Hasil akhir perhitungan jumlah hasil panen dengan luas 1,1 hektare lahan di Blok Bojong diperoleh 10.444 kilogram (10,44 ton) atau 9,494 ton per hektare," ujar Anang.
Hasil panen tersebut juga lebih tinggi dibandingkan perkiraan hasil ubinan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bandung yang mencapai 8,67 ton per hektare. Pengamatan di lahan demplot mencatat rata-rata 55 anakan per rumpun dan sekitar 160 bulir per malai pada padi varietas Cakra Buana.
Di demplot Ciparay, pola pemupukan berimbang diterapkan dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen dan menambahkan pupuk hayati cair Pureplant sebanyak 6 liter per hektare.