Aktivitas tersebut turut mengubah wajah ekonomi Pulau Obi.
Assistant Vice President Site Corporate Communications Harita Nickel, Joseph Sinaga, menyatakan keberadaan perusahaan telah membuka lapangan kerja sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Lebih dari 26.000 tenaga kerja berada di bawah Harita Nickel. Sebanyak 85% merupakan Warga Negara Indonesia, dengan 45% berasal dari Maluku Utara dan 52% berusia di bawah 30 tahun.
"Banyak warga lokal yang kami pekerjaan dan juga mendapat beasiswa untuk belajar," ujar Joseph, kepada sejumlah jurnalis yang berkesempatan berkunjung ke Tambang Nikel tersebut, termasuk Okezone, Selasa 1 September 2026.
Perputaran ekonomi juga terasa dari meningkatnya kebutuhan terhadap berbagai barang dan jasa yang dipasok masyarakat lokal untuk memenuhi kebutuhan ribuan pekerja di kawasan tambang.
Di Pulau Obi, operasi Harita Nickel dijalankan melalui sejumlah anak usaha, perusahaan asosiasi, dan usaha patungan yang menangani aktivitas pertambangan hingga pengolahan nikel.
(Taufik Fajar)