Laba Astra (ASII) Turun, Ini Nasib Bisnis Pertambangan

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Kamis 10 September 2026 17:08 WIB
Laba Astra (ASII) Turun, Ini Nasib Bisnis Pertambangan (Foto: Freepik)
Share :

Frans mengatakan, strategi yang dapat dilakukan perseroan dalam menghadapi tekanan volume tersebut adalah meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional. Dengan demikian, penurunan pendapatan akibat volume yang lebih rendah dapat diimbangi dengan efisiensi biaya agar tekanan terhadap profitabilitas tidak semakin besar.

Tekanan terhadap bisnis pertambangan Astra tercermin dari sejumlah indikator operasional sepanjang semester I-2026. Total volume penjualan batubara turun 7 persen menjadi 7,2 juta ton dari sebelumnya 7,8 juta ton. Penurunan tersebut justru terjadi di tengah kenaikan harga batu bara Newcastle sebesar 25 persen menjadi USD127,9 per ton.

Tekanan juga terlihat pada penjualan alat berat komatsu. Volume penjualan turun 27 persen menjadi 1.994 unit dari sebelumnya 2.728 unit.

Selain batu bara dan alat berat, bisnis emas juga mengalami tekanan cukup besar. Volume penjualan emas terkoreksi 82 persen menjadi 23 ribu ounce (k Oz) dari sebelumnya 125 ribu k Oz. Penurunan tersebut justru terjadi ketika kenaikan Gold Price Index sebesar 53 persen menjadi USD4.698 per ounce.

Sementara itu, penjualan bijih nikel secara keseluruhan turun 18 persen menjadi 886 ribu wet metric ton (wmt) dari sebelumnya 1,087 juta wmt. Volume tersebut terdiri dari 260 ribu wmt saprolite dan 626 ribu wmt limonite.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya