"Pasokan memang sangat penting meski biayanya akan tinggi. Hal-hal inilah yang kami perkirakan menjadi alasan mengapa laju pertumbuhan pada semester kedua tahun ini mungkin akan sedikit melambat," jelas Radhika.
Adapun untuk 2027, DBS Bank memilih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 5,2 hingga 5,3 persen. Penopang utama pertumbuhan masih diharapkan berasal dari konsumsi dan permintaan dalam negeri di tengah tingginya ketidakpastian geopolitik global.
"Karena itulah kami mengandalkan pendorong permintaan domestik untuk menggerakkan pertumbuhan di kisaran 5,2-5,3 persen lagi pada 2027," pungkas Radhika.
(Feby Novalius)