Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tantangan Ekonomi RI Semester II-2026: Daya Beli Mulai Tertekan, Warga Makin Pilih-Pilih Belanja

Feby Novalius , Jurnalis-Senin, 31 Agustus 2026 |15:05 WIB
Tantangan Ekonomi RI Semester II-2026: Daya Beli Mulai Tertekan, Warga Makin Pilih-Pilih Belanja
Konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi Indonesia hingga paruh pertama 2026. (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra)
A
A
A

JAKARTA - Konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi Indonesia hingga paruh pertama 2026. Namun, sejumlah indikator menunjukkan tekanan terhadap daya beli masyarakat.

Pelemahan penjualan ritel, penurunan keyakinan konsumen, serta tertahannya pembelian aset bernilai besar menunjukkan rumah tangga mulai lebih berhati-hati dalam membelanjakan pendapatannya.

Secara agregat, konsumsi rumah tangga secara riil masih meningkat menjadi sekitar Rp1.887,7 triliun. Namun, setelah menguat pada momentum Ramadan dan Idulfitri, pertumbuhan penjualan ritel kembali melemah dan terkontraksi 3,9 persen secara tahunan pada Mei 2026.

Perbedaan antara konsumsi agregat yang tetap tumbuh dan pelemahan sejumlah indikator ritel menunjukkan bahwa ketahanan konsumsi belum tentu terjadi secara merata pada seluruh jenis pengeluaran.

Peneliti Ekonomi Great Institute, Trisha Devita Indraswari, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan pentingnya melihat konsumsi tidak hanya dari pertumbuhan agregat, tetapi juga dari perubahan perilaku belanja rumah tangga.

“Konsumsi memang masih tumbuh, tetapi rumah tangga mulai semakin selektif dalam membelanjakan pendapatannya. Ketika penjualan ritel melemah setelah momentum musiman berakhir, ini menunjukkan bahwa daya dorong konsumsi belum cukup kuat untuk bertahan secara konsisten,” ujar Trisha, Senin (31/8/2026).

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement