Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan aspek rantai nilai dan keuangan bersama Senior Vice President Divisi Supply Chain Management (SCM) Cut Raisa dan Senior Vice President Divisi Keuangan Arista Febri Eriyawan.
Sementara itu, hari kedua lebih banyak melibatkan para mandor proyek. Nindya Karya memperkenalkan aplikasi SISMAP (Sistem Manajemen QHSE Mitra Kerja Perorangan) untuk mendukung proses kerja yang lebih terintegrasi, sekaligus memperkuat penerapan aspek mutu, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan (QHSE).
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Nindya Karya Sri Haryanto mengatakan mandor memiliki posisi penting karena terlibat langsung dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Menurut kami, mandor atau mitra kerja hadir sebagai mitra strategis yang bersama-sama dengan PT Nindya Karya (Persero) dengan tujuan yang sama, yaitu menghasilkan pekerjaan terbaik, sehingga perlu untuk menjaga komitmen bersama dalam mengoptimalkan waktu, biaya dan produktivitas,” ucap Sri.
Menurut dia, koordinasi yang baik antara perusahaan dan mandor diperlukan agar pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai target, baik dari sisi waktu, biaya maupun produktivitas.
Selain penguatan sistem kerja, Nindya Karya juga memberikan sesi berbagi pengetahuan dengan tema Quality Excellence melalui Manajemen Strategic Partner yang disampaikan Dr. Ir. Bimo Prasetyo.
Materi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman para mitra mengenai pentingnya kualitas dan pengelolaan hubungan kerja dalam mendukung keberhasilan proyek.
Melalui penguatan koordinasi dengan pemasok dan mitra kerja, Nindya Karya menargetkan terbentuknya rantai pasok yang lebih kuat, profesional, dan berkelanjutan. Langkah tersebut juga diarahkan untuk membangun kemitraan jangka panjang yang dapat mendukung pelaksanaan proyek secara lebih efektif.
(Taufik Fajar)